OTAK MANUSIA ADALAH SEGALA GALANYA

Redaksi New Jurnalis
0

 


Bagi penganut materialis, seperti ahli jiwa Sig mund Freud, otak manusia adalah segala-galanya. Ia refleksi jiwa, cermin kepribadian, konon tempat roh kita bermukim. Jiwa (mind) berinteraksi dengan otak (brain-mind). Namun, roh (soul) hanya berinteraksi dengan jiwa. Itu sebabnya, jiwa bergantung pada raga (otak), sedangkan roh tidak. Jiwa menjadi tiada jika raga tiada. Roh tetap ada setelah jiwa tiada.

Kita belum tahu di mana tepatnya lokasi roh dalam otak. Ada yang mengatakan di bagian otak pineal body, dekat persilangan pusat saraf mata (chi asma opticus). Selebihnya, pengetahuan kita tentang roh menjadi bagian yang kita serahkan ke wilayah alam religi.

Otak menentukan niat, pikir, emosi, dan laku kita. Apa yang kita pikir, rasa, dan putuskan merupakan hasil kerja miliaran sel otak, jutaan rangkaian ka bel, dan terminal-terminal listrik yang menyusunnya.

Tidak berlebihan apabila ada yang beranggapan bahwa nasib dunia juga ditentukan oleh tabiat otak orang-orang yang berkuasa. Jika kerja otak penguasa kacau atau rancu, maka ia bisa salah dalam meng ambil keputusan penting. Perilaku menyimpang, ke pribadian ganda, paranoia, sifat agresif, dan semua gangguan jiwa berhulu pada otak yang gagap. Jika otak seorang kepala negara atau raja ternyata gagap,

Post a Comment

0 Comments
Post a Comment (0)