SEL OTAK BERMUATAN KRISTAL MINERAL MAGNETIK

Redaksi New Jurnalis
0

 


 

Gangguan pada salah satu neurotransmiter akan mengganggu fungsi neuron, yang bermanifestasi pada niat, pikir, rasa, dan laku kita. Orang, misalnya, men jadi depresi jika salah satu neurotransmiter vital jenis serotonin berlebih, atau menjadi cemas apabila yang berlebih neurotransmiter jenis norepinephrin.

Pasang surut neurotransmiter di otak berfluktua si, dan itu yang ikut menentukan warna rasa sese orang dari waktu ke waktu sebagaimana halnya zat zat tertentu berpengaruh pada kerja dan fungsi otak. Dengan zat-zat golongan halusinogen, seperti LSD, jamur tahi kerbau di Bali, serta zat-zat psikoaktif lain, kita dapat membuat orang berhalusinasi seperti la zimnya gejala sakit jiwa.

Di luar itu, pengaruh musim, gelombang bumi, dan pasang surut laut memberikan penjelasan lain mengapa sakit jiwa kumat pada saat-saat tertentu. Atau mengapa angka bunuh diri, serangan panik, gejala psikotik lebih sering muncul pada bulan-bulan tertentu, atau kambuh saat bulan purnama. Riset mengenai ini masih terus diulik.

Dari beberapa riset ditemukan pula bahwa sel otak bermuatan kristal-mineral magnetik. Muatan magne tik ini berinteraksi dengan gelombang bumi atau me dan elektromagnetik sehingga dapat menyebabkan orang sakit, atau menumbuhkan kanker otak. Riset lain mengungkap kemampuan otak manusia meramal datangnya gempa bumi.

Post a Comment

0 Comments
Post a Comment (0)